ANAK UMUR 11 TAHUN MENJADI SATU-SATUNYA YANG SELAMAT DARI KANKER OTOT DI ANTARA 9 ANAK YANG LAINNYA DIBANTU ECCT
Dari 10 anak seangkatannya, ia satu-satunya yang selamat, 9 anak yang lainnya tak bisa bertahan hanya dalam waktu kurang dari setahun selama proses pengobatan medis terkait kanker anak. Ia juga telah menjalami semua prosedur medis dari operasi, kemo hingga radiasi. Kankernya masih terus tumbuh kembali dan menyebar.
Pertengahan 2020 pas masa pandemi Covid-19 Nazwa yang baru berusia 11 tahun didiagnosa kanker ganas pada otot punggungnya, jenis rhabdomyosarkoma. Ia kemudian menjalani operasi dilanjutkan dengan kemo dan radiasi.
Kankernya masih terus merembet di sekeliling bekas operasi dan hanya dalam waktu 2 bulan muncul penyebaran di otot pahanya. Secara stadium masuk akhir. Ia kemudian juga menjalani operasi di pahanya, dilanjutkan kemo dan radiasi berikutnya.
Akan tetapi ketika kanker sudah menyebar ke tempat lain artinya sel-sel kanker sudah masuk ke dalam aliran darah, mengejarnya adalah seperti mengejar garam yang larut di dalam air, kemo dan radiasi tidak akan cukup membersihkannya, sehingga sewaktu-waktu hampir akan selalu muncul kembali.
Teman-teman seangkatannya satu per satu berguguran. Kondisi Naswa sendiri juga semakin lemah akibat efek kemo dan radiasi yang harus ia jalani berulang kali. Tak terbayang ia akan berakhir sama dengan nasib teman-teman seangkatannya.
Dalam kondisi seperti itu guru sekolah Nazwa mencoba mencarikan alternatif lain untuk bisa pakai alat ECCT. Tetapi kondisi ekonomi keluarganya cukup berat terkait biaya alat, ayahnya hanya kerja sebagai kuli bangunan menyambi sopir angkutan desa. Bersyukur ada komunitas penggiat sosial di Lampung yang mau membantu menggalang dana untuk Nazwa.
Ia mulai pakai alat awal tahun 2021 setelah semua prosedur medis diselesaikannya. Alat yang dipakainya dalam bentuk selimut dan tutup kepala yang mengcover seluruh tubuh untuk mengantisipasi penyebaran melalui darah. Kondisinya berangsur pulih setelah pemakaian alat, bekas operasi dan sekelilingnya semakin bersih, tak ada kemunculan lagi kankernya di tempat lain. Ia dinyatakan bersih dari kanker oleh dokternya hanya kurang dari setahun setelah pakai ECCT, berdasarkan hasil MRI. Dokternya merasa begitu sangat haru setiap melihatnya karena dia satu-satunya pasiennya yang selamat.
Pemakaian ECCT pasca prosedur medis bisa membantu mencapai remisi dan recovery relatif cepat karena bersifat hanya tinggal membersihkan massa kanker yang sisa. Penyebaran relatif tak menjadi masalah dengan terapi ECCT. Penyebaran kecil-kecil baik melalui jalur pembuluh darah maupun limfa relatif tak ada kendala untuk mematikan sel-sel kanker dengan ECCT, imun tubuh juga tak menghadapi kendala untuk membersihkan sel-sel mati kecil-kecil meskipun menyebar.
Kombinasi prosedur medis untuk mengambil sebanyak mungkin massa tumor dengan operasi, dilanjutkan dengan radiasi atau kemo untuk mematikan sel-sel yang sisa secara cepat, kemudian memakaikan ECCT untuk membersihkan sel ganas kalau masih ada yang sisa dan proteksi jangka panjang untuk mencegah kemunculan kembali dan penyebaran kemungkinan menjadi cara yang efektif, menurut penjelasan Dr. Akira Takeuchi, MD, Luke Clinic, Tokyo.
Melewati 5 tahun di tahun 2025, kondisi Nazwa sangat sehat dan normal. Aktivitasnya normal, sibuk dengan kegiatan sekolah di SMA. Karena pengalaman yang berat ia dalam melewati perjuangan melawan kanker hingga bisa kembali normal, ia bercita-cita bisa kuliah dan jadi dokter agar bisa menolong anak-anak yang menderita kanker sepertinya, katanya.
Semoga tetap sehat buat Nazwa, bisa mendapatkan beasiswa dan berhasil menggapai cita-citanya.



Comments
Post a Comment