USIA 80 TAHUN BEBAS DARI KANKER PROSTAT DENGAN ECCT

 Di usia 75 tahun 7 tahun yang lalu Pak Benjamin didiagnosa kanker prostat. Hasil MRI menunjukkan ukuran prostat yang membengkak mencapai lebih dari 8 cm dengan volume lebih dari 200mL, 5-7X lipat ukuran prostat normal orang seusianya. Ditemui juga adanya lesi di prostat sebelah kiri dengan ukuran sudah mencapai 3-4 cm.Hasil tes lab darah angka PSA mencapai 32, 5-6X lipat nilai normal. Ia sudah mengalami kencing tersendat dan terjadi pendarahan terus menerus. Dokternya hanya memberikan obat untuk melebarkan saluran kencing. Pendarahan dan kencing tersendat masih terus berlansung hingga lebih dari 1.5 tahun sampai akhirnya menemukan ECCT. Kencingnya berdarah berhenti hanya dalam 2-3 bulan setelah pakai ECCT, kencing tersendat juga semakin lancar. Setelah 6-8 bulan pemakaian kondisinya relatif sudha kembali normal. Hasil USG menunjukkan ukuran prostat yang semakin mengecil tekstur prostat yang semakin halus dengan tingkat kalsifikasi berkurang, lesi sudah tak nampak setelah pemakaian 1 tahun. Hasil PSA juga turun hingga 7, mendekati normal. Kondisi terakhir Pak Benjamin (per April 2026) nampak sangat sehat dan aktif, relatif tak ada keluhan dengan kencing dan prostatnya. 


Gambar 1: Kanan Atas: Hasil MRI, USG dan sketsa prostat Pak Benjamin tahun 2019, 2020 sebelum pakai alat ECCT; Kiri Atas: Hasil USG prostat Pak Benjamin setelah pakai alat ECCT setahaun dan 1.5 tahun yang menunjukkan ukuran prostat semakin mengecil, tekstur prostat yang semakin halus/homogen, tingkat kalsifikasi yang berkurang dan lesi yang semakin pudar; Bawah: Foto Pak Benjamin tahun 2026, 6 tahun (7 tahun sejak pertama didiagnosa kanker prostat) dalam kondisi sehat dan aktif.


Pak Benjamin pertama kali didiagnosa kanker prostat awal 2019, usianya sudah masuk 75 tahun. Awalnya ia mengeluhkan kencing berdarah dan sakit pinggang. Hasil MRI menunjukkan ukuran prostat yang membengkak mencapai lebih dari 7.1X6.7X8.1cm, volume lebih dari 215mL, 5-7X lipat ukuran prostat normal orang seusianya yang berkisara antara 30-50mL . Dari hasil MRI ditemui juga adanya lesi di prostat sebelah kiri dengan ukuran sudah mencapai 3.4X2.4X2.9 cm.Hasil tes lab darah angka PSA mencapai 32, 5-6X lipat nilai normal yang berkisar di bawah 6.5 ng/mL untuk usia di atas 70 tahun. 

Ia sudah mengalami kencing tersendat dan terjadi pendarahan terus menerus. Pak Benjamin relatif tak melakukan terapi apa-apa. Dokternya hanya memberikan obat untuk melebarkan saluran kencing. Pendarahan dan kencing tersendat masih terus berlanjut hingga lebih dari 1.5 tahun saat mulai memakai ECCT. 

Pak Benjamin mulai menggunakan alat ECCT akhir Agustus 2020. Alat yang dipakainya berupa celana yang menutup bagian prostat hingga peruta atas. Reaksi yang keluar berupa buang air yang berbusa banyak dan bau menyengat serta keringat yang bau lebih menyengat. Kencingnya berdarah berhenti hanya dalam 2-3 bulan setelah pakai ECCT, kencing tersendat juga semakin lancar. 

Setelah 6-8 bulan pemakaian kondisinya relatif sudha kembali normal. Hasil USG menunjukkan ukuran prostat yang semakin mengecil tekstur prostat yang semakin halus dengan tingkat kalsifikasi berkurang, lesi sudah tak nampak setelah pemakaian 1 tahun. Hasil PSA juga turun hingga 7, mendekati normal.

Pak Benjamin tidak pernah melakukan biopsi, sehingga tidak diketahui secara akurat tipe sel yang dialaminya. Secara umum tipe kanker prostat 95% lebih adalah jenis adenokarsinoma yang diklasifikasikan tingkat agresivitasnya berdasarkan angka Skor Gleason yang menunjukkan kecepatan pertumbuhan dan penyebaran: Grade Rendah (Skor Gleason <6): Tingkat rendah, tumbuh lambat; Grade Sedang (Skor Gleason 7): Tingkat menengah, pertumbuhan agresivitas sedang; Grade Tinggi (Skor Gleason 8-10): Tingkat tinggi, kanker tumbuh dan menyebar dengan cepat. Dilihat dari reaksi pembuangan yang dialami oleh Pak Benjamin yang tak terlalu ekstrim, kecenderungan tipe sel kanker yang dialaminya mengarah ke tipe dengan tingkat keganasan sedang (Gleason 6-7). 

Secara umum semakin tinggi tingkat keganasan (Skro Gleason) semakin cepat respon terhadap terapi ECCT, sel mengalami kematian dengan cepat. Apabila pembuangan sel-sel mati berjalan dengan baik, ditopang oleh imun tubuh dan fungsi organ yang relatif normal, massa tumor bisa mendekati bersih dalam waktu 3-6 bulan untuk  tipe paling agresif, dan perlu waktu lebih lama bisa mencapai 6-12 bulan untuk tipe dengan tingkat agresivitas sedang ke rendah.

Prognosis kanker prostat umumnya sangat baik, terutama jika terdeteksi sejak dini. Peluang kesembuhan mencapai 99% pada stadium awal sebelum menyebar, dengan tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun mendekati 100%. Secara keseluruhan, angka harapan hidup 10 tahun penderita berada di kisaran 98%. Prognosis sangat bergantung pada beberapa faktor penentu yaitu stadium dan penyebaran: Kanker yang terlokalisasi (belum menyebar) memiliki prospek sangat baik. Pada stadium lanjut (metastatik jauh), angka kelangsungan hidup 5 tahun turun menjadi sekitar 34%. Kondisi penyebaran untuk tipe agresif pada kanker prostat umumnya terjadi ke tulang, menyebabkan kesakitan luar biasa, salah satu faktor yang menyebabkan penurunan angka kelangsungan hidup. 

Akan tetapi tingkat penyebaran relatif tak menjadi kendala dengan terapi ECCT. Kasus yang sudah menyebar luas ke tulang seperti pada kasus lain pengguna ECCT bisa mencapai bersih kembali (remisi) relatif cepat (6-12 bulan) untuk tipe dengan agresifitas tinggi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2

Gambar 2: Kasus kanker prostat pengguna ECCT lain (Laki-laki, 72th), kanker prostat tipe adenokarsinoma dengan tingkat keganasan Gleason 9/10; Hasil PET scan menunjukkan sel kanker yang sudah menginfiltrasi seluruh kelenjar prostat, disertai penyebaran ke kelenjar getah bening di area pelvis dan sekitar pembuluh darah aorta, serta penyebaran di titik-titik tulang pinggul (stadium 4); Hasil PET scan setelah 6 bulan pakai ECCT menunjukkan massa kanker yang relatif sudah bersih di prostat dan seluruh titik-titik penyebaran baik di kelenjar getah bening dari area pelvis hingga dada dan seluruh tulang.

Nilai PSA sebagai indikator utama untuk memonitor perkembangan kanker prostat umumnya juga berangsur kembali normal seiring dengan pemakaian ECCT. Kasus Pak Drajat mengalami penurunan angka PSA relatif lambat, dari 32 menjadi 12, dan menjadi 7 dalam waktu 1.5 tahun dan 1 tahun. Ia tidak diberikan obat anti-hormon oleh dokternya. Untuk kasus lain pengguna ECCT yang dikombinasikan dengan obat anti-hormon umumnya mengalami penurunan PSA yang relatif cepat, angka PSA menurun dari 200 menjadi di bawah 1 dalam waktu hanya 3 bulan (Gambar 3). Kombinasi alat ECCT dengan obat anti-hormon umumnya sangat efektif untuk mengatasi kanker prostat terutama untuk tipe grade sedang-rendah yang respon terhadap terapi ECCT relatif lambat. 



Gambar 3: Kasus Laki-laki (68 tahun) pengguna ECCT untuk kanker prostat jenis adenokarsinoma tipe acinar dengan tingkat keganasan Gleason 7/10, non-operasi karena resiko terjadi gangguan fungsi kontrol buang air kecil dan penyebaran luas karena sudah memasuki kantung kelenjar produksi cairan mani; PSA-nya sudah mencapai lebih dari 200; Pembesaran prostatnya sudah mencapai 2X ukuran normal; Ia hanya mendapatkan obat penekan hormon dari dokternya di Singapore; Pembengkakan prostatnya masih terus terjadi dari 46cc menjadi 78cc; Ia mulai pakai alat ECCT akhir Juli 2013; PSA-nya berangsur turun dan kembali normal di bawah 1 dalam waktu 3 bulan dan terus terjaga pada level PSA di kisaran normal (di bawah 4 untuk usia di atas 70) hingga sekarang; Ia masih melakukan maintenan dengan alat ECCT dan konsumsi obat hormon hingga sekarang;Kadar PSA-nya tetap terjaga di angka 2; Di usianya saat ini yang sudah melewati 80 tahun kondisinya sangat sehat dan aktif. 


Kondisi terakhir Pak Benjamin (per April 2026), 6 tahun pemakaian ECCT atau 7.5 tahun sejak pertama kali didiagnosa kanker nampak sangat sehat dan aktif, relatif tak ada keluhan dengan kencing dan prostatnya. Otot tangannya sangat kuat, postur tubuhnya ramping dan nampak atletis. Di usianya yang sudah 82 tahun ia relatif tak mempunyai penyakit berat. Ia masih menggunakan ECCT untuk preventif prostatnya, sekaligus menjaga kesehatan umum dan fungsi organ seperti paru-paru, jantung dan ginjal. 

Semoga tetap sehat buat Pak Benjamin (WS).

Comments